Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) sudah mengambil keputusan untuk menambah suku bunga referensinya dengan cara 25 basis poin. Kenaikan suku bunga the Fed ini juga direspon oleh BI dengan menahan suku bunga referensinya pada level 4, 75%.

Dampak Positif The Fed

Hal semacam ini juga disikapi dengan cara positif oleh pasar. Kondisi ini juga tampak dari menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan dan juga Kurs Bank Ekonomi.

” Dengan harga saham yang tinggi itu jadi perkembangan di market yang cukup penting lantaran dengan harga yang baik bermakna market banyak peminat pada saham, ” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Layanan Keuangan Nurhaida di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017). T

erdapat banyak hal yang mengakibatkan tingginya IHSG dan juga nilai tukar Rupiah. Salah nya ialah lantaran tingginya keinginan investor pada instrumen investasi di Indonesia.

” Permintaan tinggi. Keadaan domestik cukup stabil. Harga itu di pengaruhi oleh 2 segi, ada domestik dan juga global. Mulai ada perbaikan dengan cara global. AS tumbuh baik. Keinginan pada modal bertambah, ” tuturnya.

Cuma saja, kondisi ini diinginkan tak berlangsung kurun waktu singkat. Keyakinan investor pada pasar Indonesia juga diinginkan bisa bertambah dalam periode panjang.

” Dan juga yang butuh jagalah janganlah cuma sesaat. Kita mesti maintenance dengan confidence yang tinggi, ” tuturnya kepada http://kursdollar.co.id.